Tidak Produktif, Bupati Tegal Tawarkan ke ASN Mundur Secara Sukarela

SLAWI - Pemkab Tegal menawarkan golden handshake atau mengundurkan diri secara suka rela bagi Aparat Sipil Negara (ASN) yang tidak produktif.

Hal itu dikatakan Bupati Tegal Umi Azizah saat rapat koordinasi implementasi penerapan budaya kerja.

Umi Azizah, Kamis (13/8) mengatakan, dalam rangka meningkatkan kualitas dan mendorong tercapainya kinerja pegawai, Pemkab Tegal menggelar rapat koordinasi implementasi penerapan budaya kerja. Dirinya menawarkan golden handshake atau mengundurkan diri secara sukarela bagi ASN yang tidak produktif. Sehingga beban negara bisa berkurang atau dialihkan dengan merekrut ASN baru ataupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

"Dengan komitmen Meditasi (Melayani, Disiplin, Integritas dan Profesional), menuntut segenap pegawai menerapkan budaya kerja. Untuk mendobrak kultur atau budaya birokrasi yang kurang adaptif terharap tuntutan perubahan zaman," katanya.

Pada seluruh kepala OPD, tambah Umi Azizah, agar bisa memilah pertemuan mana saja yang bisa diwakilkan mana yang tidak. Supaya informasi yang disampaikan kepada pegawai di bawahnya dapat terstruktur dengan baik. Bahwa budaya yang kurang baik jangan sampai menjadi kebiasaan bahkan menular ke pegawai lain.

“Salah satunya datang saat absen, lalu menghilang tanpa ada alasan yang jelas dan baru datang kembali saat absen pulang,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Umi Azizah, beberapa pegawai benar-benar bekerja sampai terkadang lupa absen pulang atau bahkan terlambat saat absen keberangkatan. Bukan tidak tertib, tetapi karena sibuk mengerjakan tugas dari malam hingga pagi hari di rumah masing-masing sehingga terlambat untuk sampai ke kantor. Dari e-kinerja ini bisa dipetakan, mana yang ASN yang produktif dan tidak.

Dirinya berharap, aplikasi e-kinerja sebagai platform digital untuk mengendalikan dan memonitor kinerja pegawai dapat mengukur kerja ASN menjadi lebih terstruktur dengan disertai pemberlakuan sistem merit dan pengendalian yang kuat dari atasan. Sehingga tujuan untuk menjadikan ASN produktif dan berkualitas akan tercapai. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Permalukan Perdana Menteri Vanuatu soal Papua di Sidang PBB, Diplomat Muda Cantik Indonesia Ini Banjir Pujian.
  • Balas Sindiran KPK, ICW: Ada Pihak yang Mengaku Pejuang Padahal Sejatinya Merupakan Musuh.

Berita Terkait

Berita Terbaru