Tidak Sedap Dipandang, Pemkot Ajak PT KAI Tata Kawasan Sekitar Stasiun Tegal

KOTA TEGAL - Pemerintah Kota (Pemkot) mengajak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan penataan kawasan di sekitar Stasiun Tegal. Pasalnya, saat ini lokasi itu kurang sedap dipandang mata.

Hal itu disampaikan dalam rapat antara Pemkot Tegal dan PT KAI Daop 4 Semarang, Jumat (1/7) siang. Adapun rencana penataan akan dilakukan di Pasar Alun-alun, kawasan lahan parkir dan rencana pelebaran di Jalan Kol Sudiarto, Tentara Pelajar dan jalan eks pasar burung.


Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, sebagai wajah kota, Stasiun Tegal selain terminal saat ini masih terlihat kurang enak dipandang.

Karenanya, pemkot ingin bersinergi dengan PT KAI untuk menatanya, sehingga dalam jangka waktu panjang menjadi lebih bagus.


“Pembangunan yang dilaksanakan memang membutuhkan proses, namun tentunya besok akan lebih bagus. Jantung kota ada di depan Balai Kota, alun-alun, stasiun dan terminal," katanya.

Menurut Dedy Yon, jantung serta wajah kota sejajar satu lingkungan dan dominan di stasiun sudah dianggap sebagai ruang publik utama dan sebagai barometer kota.

Kawasan itu, saat ini sebagian sudah tertata, tetapi di sebelah timur perlu penataan.

Dedy Yon juga meminta PT KAI untuk menata kawasan stasiun dengan membangun gedung dengan memanfaatkan semaksimal mungkin lahan yang ada. Bahkan, jika perlu stasiun dibangun tiga lantai.

"Kalau bisa pasar malam dibangun seperti pusat grosir tiga lantai. Di stasiun dibuat kanopi balkon untuk jualan di atas dan bawah untuk parkir,” ujarnya.

Terkait penataan Jalan Kol. Sudiarto, Dedy Yon meminta untuk segera dilaksanakan. Sementara parkir stasiun eksisting agar dipindah ke utara, dengan luas 6.800 meter persegi yang juga akan digunakan sebagai lahan parkir dengan daya tampung 160 bus pariwisata.

Menurutnya, dengan pindahnya lahan parkir seluas 600 meter persegi ke yang lebih luas, itu bisa menjadi solusi. Sementara lahan parkir depan stasiun akan dijadikan jalan biasa lurus dari Jalan Kol Sudiarto sepanjang kurang lebih 700 meter ke utara dan ke Semeru sepanjang 400 meter.

Sementara, Plt. Executive Vice President Daerah Operasi 4 Semarang Wisnu Pramudyo mengatakan, pihaknya mendukung penataan kawasan Stasiun Tegal dan sekitarnya, termasuk Taman Pancasila, Pasar Malam dan Jalan Kol. Sudiarto. Terkait perencanaan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Tegal.


“Stasiun kemarin sudah didesain dan harus diusulkan karena biaya sangat besar di luar kapasitas Daop 4 dengan skema investasi,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu, pihaknya akan menjadwalkan ulang peresmian bersama Taman Pancasila antara PT KAI dengan Pemkot Tegal. Dia juga meminta pemkot untuk mendorong perencanaan untuk disampaikan ke Direktur PT KAI.

Terkait pemanfaatan Gedung Birao, Wisnu mengatakan gedung dikelola anak perusahaan PT KAI. Nantinya dimanfaatkan untuk kerja sama dengan umum, pelaksanaan event maupun perorangan.

“Sehingga masyarakat bisa menikmati warisan budaya. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan baik dan dikomunikasikan untuk tujuan bersama," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Tegal Sugiyanto mengatakan, desain rencana penataan Jalan Panggung Timur dan Kol Sudiarto sudah ada. Tahun ini sudah ada anggaran dan Juli sudah proses tender.


“Penataan Jalan Kol Sudiarto lurus depan stasiun dan sepotong Jalan Semeru kita akan laksanakan,” ungkap Sugiyanto. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Terkait Pelaku Utama Pembunuh Brigadir J, Bharada E Menghadap Kapolri dengan 3 Jenderal.

Berita Terbaru