Tiga Fraksi di DPRD Kota Tegal Usul Saldo Kas Daerah Didepositokan

KOTA TEGAL - Tiga fraksi di DPRD Kota Tegal mengusulkan agar saldo kas daerah disimpan dalam bentuk Deposito. Sebab, simpanan dalam bentuk deposito lebih menguntungkan.

Usulan itu disampaikan juru bicara masing-masing Fraksi PKB, Gerindra dan PAN saat membacakan pemandangan umumnya dalam rapat paripurna Rabu (22/6) siang.

Pemandangan umum sendiri disampaikan setelah dibacakan Pengantar Wali Kota Tegal atas Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LPP APBD) 2021 yang digelar sebelumnya.

Juru Bicara FPKB Yusuf Al Baihaqi menyampaikan, saldo kas di Kas Daerah per 31 Desember 2021 berupa giro pada Bank Jateng dengan rekening giro sebesar Rp93 miliar yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Daerah Nomor 900/007/2019 tahun 2020.

Berdasarkan itu, fraksinya menanyakan apakah sampai saat ini penempatan kas di kas daerah seluruhnya masih ada pada rekening giro.

"Jika sebagian dari kas daerah tersebut disimpan dalam bentuk deposito, tentunya Pemerintah Kota Tegal pada 2022 berpotensi memperoleh pendapatan yang lebih besar dibanding jika dana tersebut ditempatkan pada rekening giro," katanya.

Sementara Juru Bicara Fraksi Gerindra Sisdiono Ahmad mengatakan, dari laporan Neraca per 31 Desember 2021 terdapat asset lancar sebesar Rp211 miliar yang terdiri dari kas daerah Rp93 miliar, kas di BLUD Rp40 miliar dan bendahara BOS Rp2,6 miliar serta sisanya berupa piutang, penyisihan piutang dan persediaan. Semua kas ini disimpan dalam bentuk giro di Bank Jateng.

“Fraksi Gerindra meminta agar sebagian kas ini disimpan dalam bentuk deposito. Sehingga akan memperoleh pendapatan lebih besar daripada dalam bentuk giro,” ujar Sisdiono Ahmad.

Hal senada juga disampaikan oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), yang disampaikan Tengku Rizki Aljupri. Selain sebagian saldo di kas daerah, Fraksi PAN juga menyoroti saldo kas yang menjadi ada di BLUD Kardinah.

“Apakah sekarang ini masih di sana? Walaupun penguasaan keuangan BLUD ada di direktur dan manajemen, Fraksi PAN meminta adanya controling ketat terhadap ini," ujarnya

Seharusnya, kata Tengku, saldo kas yang ada di BLUD Kardinah tidak sebesar ini. Agar bagi hasil yang diperoleh lebih menguntungkan disimpan dalam bentuk deposito. Itu, dalam rangka meningkatkan PAD juga.

"Selain itu saldo kas yang besar juga menimbulkan potensi pergeseran kas yang tidak semestinya terjadi,” ujarnya. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terbaru