Tiga Tenaga Medis di Pemalang Positif Covid-19, Pelayanan di Puskesmas Ini Ditutup Sementara

PEMALANG - Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Sokawangi Kecamatan Taman ditutup sementara. Ini dilakukan menyusul tiga orang tenaga medis di wilayah itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Di lokasi terpampang pengumuman bahwa pelayanan persalinan maupun pelayanan pemeriksaan umum dipindahkan ke puskesmas terdekat. Keterangan itu tertulis pada lembaran kertas yang tertempel di pintu pagar dan pintu masuk bagian pelayanan.

Seorang bidan setempat mengatakan, untuk pengalihan pasien persalinan baru diinformasikan hari ini, Kamis (9/7). Sedangkan pengalihan pelayanan umum, sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Untuk saat ini, menurutnya masih ada dua pasien persalinan yang masih rawat inap dan satu pasien yang baru datang.

"Ada dua pasien rawat yang baru melahirkan tadi malam, untuk pasien baru datang akan didiskusikan dulu apakah akan kami tangani atau langsung dipindahkan," katanya.

Petugas yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan, tenaga medis adalah manusia biasa yang tetap memiliki rasa takut adanya virus corona. Terlebih rekan kerjanya kemudian diketahui terpapar virus asal Wuhan ini. Namun, dia tetap harus bersemangat dalam menjalankan tugasnya, sebagaimana sumpah profesi yang sudah diucapkan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Mardiyanto, di tempat terpisah mengatakan, penutupan sementara hanya dilakukan di Puskesmas Pembantu Sokawangi, terutama di unit persalinannya. Sedangkan untuk pelayanan umum menurutnya masih dibuka hanya saja ada pembatasan.

Langkah itu, menurutnya diambil sebagai upaya antisipasi untuk memangkas mata rantai penyebaran Covid-19. Sejauh ini, upaya penelusuran terhadap keluarga maupun kerabat pasien Covid-19 juga terus dilakukan Gugus Tugas. Untuk di Sokawangi sendiri, kata dia, sudah dilakukan uji swab terhadap 103 orang.

"Tracking masih terus kita lakukan. Kemarin sudah kita uji swab terhadap 103 orang di wilayah tersebut, namun hasilnya beberapa masih belum diketahui," pungkasnya. (sul/ima)

Baca Juga:

  • Tergiur Uang Tunai Ratusan Juta, Oknum Sekdes dari Brebes Diduga Bawa Kabur Dana Desa.
  • Banyak Ceceran Darah dan Rambut, Diduga Ada Motif Lain Pembantaian Sadis Pasutri di Tegal.

Berita Terkait

Berita Terbaru