Tingkat Kesadaran Masyarakat untuk Mematuhi Protokol Kesehatan Masih Minim

SLAWI - Jelang new normal yang akan diterapkan oleh Pemkab Tegal mulai mendapat tanggapan beragam dari anggota dan pimpinan dewan. Karena di masyarakat masih banyak di jumpai warga yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah dan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indriyani, Sabtu (27/6) mengatakan, belum sadarnya warga soal pencegahan covid-19 membuat anggota dan pimpinan dewan merasa prihatin. Padahal Kabupaten Tegal akan menerapkan new normal di tengah makin banyaknya pasien positif covid-19.

Untuk saat ini, di Kabupaten Tegal sudah ada 33 kasus pasien positif virus corona. Dan ini akan terus bertambah, kalau masyarakat tidak mau disiplin dan mentaati protokol kesehatan.

"Saya sangat prihatin masih banyak warga yang dengan santainya keluar rumah tanpa menggunakan masker. Ini sangat rentan tertular virus corona, apalagi Pemkab Tegal akan melakukan new normal," katanya.

Belum sadarnya masyarakat dalam menggunakan masker, tambah Rudi Indriyani, tidak hanya ditemukan di tempat-tempat umum saja. Di wilayah pantura juga masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Selain itu, masyarakat juga belum mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap berada dirumah dan masih berkumpul dengan orang banyak. Ini tidak bisa dipungkiri, bahwa masyarakat terpaksa keluar rumah untuk mencari penghasilan, tapi setidaknya harus menggunakan masker.

"Menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya dalam pencegahan covid-19. Terutama, cuci tangan sesering mungkin agar virus tidak masuk ke tubuh. Karena hampir setiap instansi pemerintahan, swasta dan toko-toko sudah menyediakan tempat cuci tangan," tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tegal asal daerah pemilihan I, Muhamad Khuzaeni meminta pada Pemkab Tegal untuk merapid test seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan anggota dewan. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut new normal, agar masyarakat mengikuti langkah yang dilakukan para pemimpinnya di Kabupaten Tegal.

Karena untuk saat ini dalam rangka menyongsong new normal Pemkab Tegal baru melangkah ke pemasangan papan reklame, pamflet dan papan-papan sosialisasi. Bahkan di setiap kantor instansi pemerintah semuanya sudah terpasang.

"Kita memberi contoh yang baik dulu pada masyarakat, salahsatunya dengan merapid test para kepala OPD dan anggota dewan, lalu perangkat desa dan pengelola pasar," ucapnya.

New normal, jangan hanya sebuah kegiatan semata. Karena di lingkungan kantor Pemkab Tegal sendiri, masih banyak pegawai yang mengenakan masker hanya dipasang dileher. Seharusnya, sebagai pejabat dan perangkat daerah sebaiknya mematuhi aturan tersebut. Sehingga anjuran yang terpasang di tempat umum tidak Muspro.

"Kalau kita sebagai pejabat memberi contoh yang baik, dengan sendirinya masyarakat akan mengikuti. Dan supaya anggaran tidak muspro untuk memasang papan reklame, kita wajib memberi contoh terlebih dahulu," imbuhnya.

Selain pejabat, lanjut Muhamad Khuzaeni, peran para tokoh masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam memberikan sosialisasi soal new normal. Dan bagi pejabat, memberi contoh tidak hanya saat di kantor tapi di rumah dan lingkungan tetap memberi contoh yang baik. Sehingga masyarakat akan mematuhi aturan protokol kesehatan menghadapi new normal tersebut. (adv/guh/zul)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru