Tren Covid-19 Menurun usai Penerapan PPKM di Kabupaten Tegal

SLAWI - Pemkab Tegal telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah desa dan kelurahan. Dengan adanya kebijakan tersebut, kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mulai menurun.

Kepala Dinkes Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, Sabtu (20/2) mengungkapkan, ada penurunan jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Jumlah positif kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal perhari hanya 27 pasien. Jika dibandingkan pada bulan lalu, perhari bisa mencapai 60 orang. Diharapkan, PPKM Mikro di tiap desa dapat dimaksimalkan. Sehingga virus corona yang melanda Kabupaten Tegal segera berakhir.

"Petugas PPKM di desa harus tetap bersinergi. Sehingga angka kasus Covid-19 terus menurun," katanya.

Anggaran PPKM Mikro, tambah Hendadi Setiaji, ditopang oleh Dana Desa (DD) sebesar 8 persen. Adapun petugasnya yakni perangkat desa, petugas medis, relawan atau masyarakat dan TNI, Polri.

Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan itu memiliki empat aspek penting. Antara lain pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung. Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 5M, serta pembatasan mobilitas.

"Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa," tambahnya.

Aspek pembinaan, lanjut Hendadi Setiaji, berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi serta logistik.

"Semoga virus corona segera berakhir di Kabupaten Tegal," harapnya. (guh/ima)

Baca Juga:

  • Jozeph Paul Zhang Semakin Provokatif, Ring 1 SBY: Masak Negara Kalah Sama Satu Orang Pecundang Kayak Gini.
  • Jozeph Paul Zhang Arogan dan Sombong, Pendeta Gilbert Lumoindong: Saya Menyebutnya Preman yang Berjubah Pendeta.

Berita Terkait

Berita Terbaru