Tren Kasus Corona Turun, Indonesia Akan Beli Obat Antivirus Covid-19 Jenis Molnupiravir

JAKARTA - Tiga perusahaan farmasi di Indonesia menyatakan kesiapannya mengimpor obat antivirus Covid-19 jenis Molnupiravir. Ini dilakukan menyusul penyelesaian uji klinik fase 3 produk itu di Amerika Serikat.

"Ada tiga farmasi Indonesia yang akan impor kalau ada izin BPOM dan izin edar. Setahun kemudian tidak masalah. Karena kita sedang butuh sekali," kata Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (19/10).

Menurutnya, produsen Molnupiravir, Merck, telah menyelesaikan tahap uji klinik fase 3 di Amerika Serikat. Saat ini, sedang dilakukan pengurusan izin penggunaan darurat atau EUA dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.

"Kalau sudah keluar EUA-nya, boleh digunakan," imbuhnya.

Dia ingin melibatkan PDBI dalam melakukan uji klinik Molnupiravir di Indonesia. "Untuk Indonesia, PDBI ingin lakukan uji klinik. Apakah efikasinya bagus untuk masyarakat Indonesia atau tidak. Kalau bisa, kita lakukan, maka akan dimasukkan ke dalam pedoman yang dibuat," paparnya.

Selain Molnupiravir, obat antivirus lainnya adalah Proxalutamide. Saat ini tiga rumah sakit di Indonesia sedang melakukan penelitian obat buatan Suzhou Kintor Pharmaceuticals asal China tersebut. Proses penelitian Proxalutamide masih menunggu Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) dari BPOM. (rh/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru