Tsamara Amany Buka Suara untuk Santriwati di Jombang: Mereka Pasti Mengalami Trauma Menyakitkan

JAKARTA - Kondisi santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Ploso, Jombang yang diduga mendapat pencabulan tidak luput dari perhatian eks politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus aktivis perempuan Tsamara Amany.

“Mereka pasti mengalami trauma yang menyakitkan, belum lagi tekanan sosial," tulis perempuan cantik ini di media sosialnya, Kamis (7/7).

Tsamara pun memberikan pesan mendalam kepada mereka. Tsamara menyebut jika para santriwati tersebut memiliki keberanian tinggi, sehingga mau untuk berbicara terkait tindakan pelecehan tersebut.

“Untuk para santriwati di Jombang berani bicara itu sangat tidak mudah,” ucap Tsamara dilansir dari Twitter pribadinya.

Lebih lanjut, Tsamara menyebut jika para santriwati itu pasti mendapatkan tekanan dari berbagai pihak. Namun, tetap berani untuk bersuara.

Ia pun meminta masyarakat untuk tetap mendukung perjuangan para santriwati tersebut untuk mendapatkan keadilan.

“Tapi bahwa mereka mampu melalui itu dan sampai ke kantor polisi untuk mencari keadilan, itu luar biasa & harus kita sama-sama dukung!” pungkasnya dikutip dari Fajar.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru