Tumbuhkan Semangat Optimisme, Raih Harapan Baru

SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengajak warga masyarakat Kabupaten Tegal membangun semangat optimisme dalam meraih kesuksesan di tengah agenda pemulihan ekonomi yang berjalan saat ini.

Hal tersebut disampaikan Umi saat tasyakuran Hari Jadi ke-421 Kabupaten Tegal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Selasa (17/5) malam.

Umi mengungkapkan, semangat optimisme tersebut tercermin lewat tema hari jadi tahun ini, yaitu kehidupan baru, harapan baru yang sekaligus pula harapan bagi kemajuan Kabupaten Tegal dalam upayanya meningkatkan daya saing, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menanggulangi kemiskinan dan menekan tingkat pengangguran terbuka.

“Peringatan hari jadi ini harus menjadi motivasi dan inspirasi kita dalam memajukan Kabupaten Tegal yang tahun ini mengusung tema kehidupan baru, harapan baru,” kata Umi.

Spirit membangun optimisme ini, menurutnya sangat diperlukan untuk menangkap peluang kebangkitan ekonomi yang mulai tumbuh di atas lima persen.

Syaratnya, tandas Umi, harus ada perubahan pada pola kerja lama ke cara-cara baru yang lebih produktif dan adaptif, terutama dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersamaan, keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, karena sesungguhnya ini merupakan aset terbesar bangsa Indonesia yang menjadi modal dasar pembangunan di segala bidang.

Lebih lanjut Umi mengungkapkan, jika momentum tasyakuran hari jadi ini bisa dimaknai sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur pemerintah dan elemen masyarakat kepada Sang Pencipta sekaligus sarana ber-mujahadah, melakukan refleksi dan evaluasi diri demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Mujahadah ini harus kita lakukan sebagai langkah untuk mengasah spiritual vertikal maupun horizontal, mencegah tergerusnya nilai-nilai luhur budaya bangsa kita di tengah kehidupan masyarakat yang sudah semakin global,” ujarnya.

Umi menggarisbawahi bahwa hadirnya setiap pemimpin di Kabupaten Tegal ini selalu mewarisi legasi atau kebaikan dari para pendiri dan pemimpin terdahulu, di samping doa dari para sesepuh dan alim ulama yang menghendaki agar selalu istikamah dan bekerja keras mengubah nasib masyarakat menjadi lebih sejahtera dan bersatu.


Sehingga ungkapan rasa terima kasih dan penghormatannya kepada Tuhan bisa diwujudkan melalui momen tasyakuran seperti ini.

“Semoga sumbangsih mereka para pendahulu dan panjenengan sami akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di masa kini dan masa mendatang. Mari, kita bangun semangat optimisme untuk maju dan berempati kepada sesama. Saatnya kita bergotong-royong, mbangun berkah, gawe bungah. Insya Allah, akan terbuka jalan bagi kita untuk menjalani kehidupan baru, mewujudkan harapan baru yang lebih baik, lebih cemerlang,” pungkasnya. (*/ima)

Baca Juga:

  • Terus Bertambah, Polisi yang Diamankan terkait Kasus Brigadir J di Tempat Khusus Jadi 19 Orang, Terperiksanya 63 Personel.
  • Diduga Menyimpang, Inspektorat Temukan Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Kecamatan Ketanggungan Brebes.

Berita Terkait

Berita Terbaru