UAS Sebut Video di Dalam Gereja Hoaks, Ustaz Derry Sulaiman: Makin Dibakar Makin Wangi, Sabar Tadz

JAKARTA - Viralnya video Ustaz Abdul Somad (UAS) yang digambarkan sedang berada di dalam gereja, membuat sang penceramah kondang itu harus mengklarifikasinya.

Tayangan video yang diunggah akun TikTok @rajanabasa itu diposting ulang UAS di Instagram resmi UAS ustadzabdulsomad_official, Kamis (26/5) lalu. Mantan dosen UIN Suska Riau itu lalu memberi keterangan yang sebenarnya.

UAS menuliskan jika apa yang dinarasikan dalam unggahan foto dimaksud adalah fitnah. "Fitnah datang dari kebencian, lalu menyebar hoax," begitu bunyi captionnya.

Diterangkan UAS, tayangan video itu diambil saat dia menghadiri munaqasyah S3 di Kampus Kairo Mesir 1998 atau 14 tahun silam. "Video ini adalah saat UAS menghadiri munaqasyah S3 Habib Hamid ibn Ali al-Mahdaly tahun 1998 di kampus al-Azhar Cairo Mesir," beber UAS.

Postingan ustaz bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu pun langsung dibanjiri komentari netizens. Sejumlah warganet bahkan mengecam unggahan video fitnah tersebut.

"Dikiranya bangku bersusun seperti itu cuma ada di gereja." komentar warganet.

"Semoga yg memfitnah dibalas oleh Allah, dan dilaknat.." tulis yang lain.

"Gencar bgt memfitnah UAS ... Dengki sekali hati kalian," kata netizen.

"Saya hanya bisa tertawa kepada orang yg suka ngefitnah beliau. Kemarin mendapat fitnah di tolak di Madura, saya santri Madura tidak melihat hal itu, bahkan beliau mengisi ceramah di pondok saya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Semoga Allah selalu menjaga beliau dalam berdakwah agama," sahut akun lain.

Video itu juga ditanggapi Ustaz Felix Siauw dan Ustaz Derry Sulaiman.

"ga menua?" ujar Ustaz Felix Siauw.

"MasyaAllah… Makin di bakar makin wangi… sabar tadz, Allah bersama org org yg hancur hatinya…," sebut Ustaz Derry Sulaiman.

Sebelumnya UAS mengaku ditolak masuk ke Singapura. Dia yang datang bersama keluarga dan sahabatnya berencana mengunjungi rumah salah seorang temannya dan berlibur.

Belakangan, Pemerintah Singapura beralasan penolakan UAS ke negaranya, karena UAS mengajarkan ekstremis dan menghina agama lain dalam ceramah-ceramahnya.

Akibat peristiwa itu, pendukung UAS di Tanah Air melakukan aksi, seperti di Pekanbaru dan Jakarta. Tak hanya itu, ceramahnya di Madura juga disebut ditolak. (zul/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Terkait Pelaku Utama Pembunuh Brigadir J, Bharada E Menghadap Kapolri dengan 3 Jenderal.

Berita Terkait

Berita Terbaru