Uban Muncul saat Masih Muda karena Keseringan Pakai Topi? Kecil Kemungkinannya

MAKASSAR - Orang Indonesia termasuk dalam ras asia yang pertumbuhan ubannya (rambut putih) terjadi di kisaran umur 30 sampai 40 tahun. Namun, berbagai kondisi dapat menyebabkan uban muncul di usia dini, kurang dari 20 tahun.

Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Alwi A Mappiasse SpKK PhD mengatakan, penyebab rambut beruban di usia muda yang paling umum adalah stres. Meski hanya mengalami gejala-gejala stres saja, seperti susah tidur, gangguan kecemasan, hilang nafsu makan hingga membuat tekanan darah naik.

Menurut Alwi, uban terjadi karena rambut tumbuh di folikel atau tabung panjang di kulit kepala akibat terhentinya suplai melanin (zat berwarna gelap yang ada di kulit, rambut, atau bulu).

Tetapi, yang paling berpengaruh adalah genetik. Misalnya seseorang punya keturunan yang mengalami hal tersebut. Olehnya itu, sering dikatakan bahwa masalah uban dibawa sejak lahir.

"Saat pertumbuhan rambutnya bagus, ubannya pun muncul satu per satu,” jelasnya, Selasa, 15 September.

Beragam teori muncul di masyarakat tentang penyebab uban di usia muda, mulai dari salah menggunakan minyak rambut dan sering memakai topi. Tetapi kata Alwi, itu kecil kemungkinannya.

Untuk masalah umum, Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr dr Siswanto Wahab SpKK FINSDV FAADV mengutarakan, merokok juga memberi dampak memutihnya rambut. Bahkan bisa memunculkan uban sebelum umur 30 tahun.

Efek jangka panjang merokok diketahui dapat bersifat menyempitkan pembuluh darah, sehingga memengaruhi aliran darah di folikel rambut yang dapat menyebabkan kerontokan dan juga muncul uban. Selain itu, beragam racun dalam rokok juga dapat merusak jaringan tubuh termasuk rambut yang dapat berujung pada kerontokan dan uban.

"Jika perokok mengalami hal tersebut, berhenti segera merokok. Tak hanya itu, hindari area-area perokok sebab menjadi perokok pasif tetap akan mempengaruhi," tutupnya.

Pengaruh Penyakit

Uban juga bisa dipengaruhi karena adanya penyakit yang diderita. Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Alwi A Mappiasse SpKK PhD menyebutkan di antaranya, kelainan pada kelenjar tiroid dan vitiligo.

Adanya kelainan pada produksi kelenjar tiorid baik itu berupa hipertiroidisme (kelebihan) atau hipotiroidisme (kekurangan) akan memengaruhi pertumbuhan rambut. “Kondisi ini dapat memicu rambut beruban di usia muda,” ucapnya.

Kelenjar tiroid yang terletak di leher ini berperan pada banyak fungsi tubuh termasuk metabolisme. Dengan adanya kelainan yang terjadi produksi kelenjar tiroid akan berefek sama pada rambut, yaitu menurunkan produksi melamin di rambut.

Sementara itu, untuk penderita vitiligo juga kerap mengalami rambut beruban di usia muda. Pada kondisi sistem imun dapat menyerang sel-sel rambut dan menyebabkan rambut kehilangan pigmen hitamnya.

Ditambah tubuh juga akan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini berperan penting dalam banyak proses metabolisme tubuh, berperan membantu tubuh membentuk energi, pembentukan sel darah merah, dan juga menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 akan mengganggu proses pembentukan sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke organ tubuh, termasuk juga rambut. Akibanya akan melemahkan rambut dan menurunkan produksi melamin yang merupakan pigmen hitam pada rambut.

Jika uban di usia muda muncul akibat sebuah penyakit, maka perlu perawatan tertentu. “Salah satunya mengembalikan pigmen rambut yang hilang, meskipun hal tersebut juga masih belum dapat dipastikan total,” tuturnya. (sal/dni/zul)

Baca Juga:

  • Unggah Ceramah UAS, Mahfud MD: Terkadang Masih Ada Orang yang Ingin Mengadu Domba Antartokoh Islam.
  • Bantah Sukmawati bahwa Ideologi PKI Bukan Pancasila, Fadli Zon: PKI Bukan Unsur yang Terlibat dalam Proklamasi Indonesia.

Berita Terbaru