UEFA Berencana Kurangi Kota Tuan Rumah Euro 2020

ZURICH - Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) tengah mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah peserta tuan rumah kejuaraan Euro 2020. Pertimbangan tersebut diambil akibat dampak pandemi Covid-19 yang belum juga mereda.

Presiden Uni Sepakbola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin optimis Piala Eropa tahun depan tetap terlaksana sesuai dengan rencana. Namun, ada kemungkinan akan terjadi penyusutan jumlah negara yang menjadi tuan rumah.

Sejauh ini ada 12 tempat yang terpilih menjadi tuan rumah. UEFA menunjuk Amsterdam (Belanda), Baku (Azerbaijan), Roma (Italia), St Petersburg (Rusia), Munich (Jerman), Kopenhagen (Denmark), Budapest (Hungaria), Dublin (Irlandia), Bucharest (Rumania), Glasgow (Skotlandia), Bilbao (Spanyol), dan London (Inggris).

"Tapi saya harus mengatakan bahwa, alih-alih 12 negara, kami bisa menggelar Piala Eropa Euro di 11, di delapan, di lima atau di satu negara," kata Ceferin kepada televisi Spanyol Movistar, yang dikutip oleh Reuters.

Sementara menurut laporan The Sun, Sabtu (17/10), beberapa kota akan dicoret dari daftar tuan rumah. Selain pandemi, ada alasan lain yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Kabarnya Kota Baku tak jadi menggelar Euro 2020 karena sejauh ini Azerbaijan masih terlibat konflik dengan Armenia. Sedangkan Bilbao juga terancam dihapus dari daftar karena kesulitan dalam penjualan tiket.

Sampai saat ini, penundaan ajang empat tahunan selama setahun tersebut masih menimbulkan tanda tanya. Rencana menggulirkannya di pertengahan tahun depan bisa saja menemui kendala karena tingginya kasus terinfeksi baru di negara-negara Eropa.

Walau demikian, Ceferin mengindikasi bahwa ajang ini tetap bergulir dengan opsi pada penyusutan jumlah negara tuan rumah tersebut. Namun, dia menolak memastikan turnamen akan berlangsung tanpa penonton.

"Sejauh ini UEFA masih terus membicarakan kemungkinan terbaik. Ada peluang untuk kembali menunjuk satu negara sebagai tuan rumah kejuaraan," ujarnya.

Turnamen ini sendiri harusnya sudah digelar pada 12 Juni sampai 17 Juli 2020. Namun pandemi Covid-19 memaksa UEFA untuk menunda Euro hingga 11 Juni 2021. (der/zul/fin)

Baca Juga:

  • Punya 740 Guru Besar, NU Tidak Dilibatkan Bahas Omnibus Law, Said Aqil Geram!.
  • Tabrakan Beruntun di Tol Pemalang-Batang, Dua Mobil Ludes Terbakar.

Berita Terbaru