Usai Debat dengan Rocky Gerung-Fadli Zon, Prof Henry Subiakto Akan Lawan Haris Azhar dan Refly Harun

JAKARTA - Nama Staf Ahli Menkominfo Prof Henry Subiakto nampaknya masih akan terus menjadi sorotan. Setelah debat dengan Rocky Gerung dan Fadli Zon, malam ini, dia akan menghadapi lawan debat yang baru di tvOne, Kamis (29/10).

Dikutip dari Pojoksatu, guru besar Universitas Airlangga (Unair) itu akan menghadapi dua tokoh yang selama ini getol mengkritik kebijakan pemerintah, yakni Refly Harun dan Haris Azhar.

Mereka akan tampil dalam program acara Dua Sisi tvOne bertema Ketika Rakyat Merasa Dibungkam pada pukul 21.00 WIB.

Henry Subiakto mewakili unsur pemerintah. Henry bakal mendapat dukungan dari Politisi PDIP Masinton Pasaribu, yang juga akan tampil dalam acara tersebut.

Debat yang dipandu oleh Dwi Angga dan Cak Lontong ini mendapat perhatian warganet.

“Diundang kembali supaya bisa dibully. TV One memang beda,” kata Enggal Pamukti melalui akun Twitter pribadinya, @EnggalPMT, Kamis (29/10).

Sebelumnya, Prof Henry Subiakto mencuri perhatian publik saat berdebat dengan Rocky Gerung dalam acara Dua Sisi tvOne.

Henry sempat mengejek Rocky Gerung. Ia menyebut Rocky Gerung selalu berimajinasi berdasarkan teori yang sudah tidak laku di kampus.

“Supaya orang seperti Rocky ini tahu fakta, karena dia hanya bicara secara imajinasi dan pakai teori yang kadang-kadang di kampus saya sudah ketinggalan zaman. Saya guru besar Universitas Airlangga,” ucap Prof Henry.

Ucapan Henry langsung dibalas oleh Rocky Gerung.

“Mudah-mudahan otakmu besar juga,” balas Rocky Gerung sambil tersenyum.

Setelah Rocky Gerung, giliran Anggota DPR Fadli Zon menjadi lawan debat Henry dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (27/10) malam.

Perbedaan pandangan antara Fadli Zon dan Henry Subiakto memanas. Saking geramnya dengan pernyataan Henry Subiakto, Fadli Zon sampai-sampai menyebut Henry Subiakto tidak pantas mewakili Kementerian Komunikasi dan Informasi yang menurutnya bergengsi.

Perdebatan Henry dan Fadli Zon di ILC berlanjut ke media sosial Twitter. Keduanya saling sindir.

Henry menyarankan agar Fadli Zon ditunjuk sebagai special envoy untuk cari vaksin seharga 2 dollar. Sebaliknya, Fadli Zon menyuruh Henry Subiakto banyak membaca karena daya tangkapnya kurang.
(one/pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Kasus Covid-19 Capai 1.625, Masyarakat Brebes Diminta Waspada.
  • Resmikan Masjid Agung Pemalang, Junaedi Pamitan dan Minta Maaf.

Berita Terkait

Berita Terbaru