Ustaz Maaher Sempat Pingsan di Depan Istrinya saat Ditahan, Adik Ipar: Saya Gendong Badannya Sangat Ringan

JAKARTA - Keluarga almarhum Ustaz Maaher At Thuwailibi atau Soni Eranata belum bisa melupakan kejadian beberapa hari, sebelum Ustaz Maaher menghembuskan napas terakhirnya. Ustaz Maaher sendiri meninggal 8 Februari di Rutan Bareskrim Polri.

Menurut Jamal, adik ipar almarhum Ustaz Maaher, dia bersama kakaknya, Iqlima Ayu (istri Ustaz Maaher), sengaja mengunjungi almarhum. Jamal mengatakan Iqlima rupanya merasa tidak tenang, sehingga ingin melihat kondisi suaminya itu di rutan.

Benar saja, kondisi Ustaz Maaher semakin menurun, dan adannya kian kurus serta tidak berdaya. “Waktu itu saya dan kakak (Iqlima) menunggu di lantai 15 Bareskrim. Ustaz Maaher ditahan di basement B2,” kata Jamal di kanal YouTube religiOne, Jumat (19/2) lalu.

Saat pertemuan itu, baik Jamal dan Iqlima menyaksikan sendiri bagaimana kondisi Ustaz Maaher. Jamal didampingi pengacara sempat berinisiatif berbicara dengan seorang penyidik untuk memberikan kesempatan bagi keluarga membawa Ustaz Maaher ke RS Ummi Bogor.

Kenapa memilih RS Ummi Bogor? Menurut Jamal, sejak divonis kena TB usus, Ustaz Maaher dirawat di sana. Sayangnya, sampai menjelang kematian Ustaz Maaher, izin itu tidak diberikan.

Jamal melanjutkan setelah berbicara dengan Ustaz Maaher, dia dan Iqlima kemudian memapah almarhum ke sel tahanan. Karena letak sel tahanannya di B2, mereka harus naik tangga.

Saat itu kondisi Ustaz Maaher sudah sangat lemah dan akhirnya jatuh pingsan. “Saya langsung gendong Ustaz Maaher dan badannya sangat ringan. Kalau saya perkirakan sekitar 40 kilogram, karena memang kurus banget,” cerita Jamal.

Sayangnya, peristiwa pingsannya Ustaz Maaher tidak meluluhkan hati para penyidik. Mereka tetap bersikukuh tidak memberikan izin penangguhan untuk Ustaz Maaher yang dalam kondisi sakit parah.

“Kalau ingat peristiwa itu kami sakit hati sekali. Kenapa penyidik enggak mau memberikan penangguhan tahanan. Apalagi Ustaz Maaher kan belum tentu bersalah juga karena belum disidang,” tuturnya.

Dia menambahkan, kakaknya sampai syok karena beberapa hari setelah itu mereka mendapatkan kabar Ustaz Maaher tengah kritis. “Ustaz Maaher meninggal di Rutan Bareskrim dan bukan pada saat perjalanan ke rumah sakit. Karena kami tanggal 8 Februari itu sempat ke IGD RS Polri dan tidak ada Ustaz Maaher,” tandasnya. (jpnn/zul)

Baca Juga:

  • Tolak Keras Investasi Miras dari Tahanan, Habib Rizieq: Miras Induk dari Semua Bentuk Maksiat.
  • Ketua DPC Kabupaten Tegal Dipecat, Bantah Terima Duit Rp30 Juta.

Berita Terkait

Berita Terbaru