Vaksin Covid-19 Akan Mulai Dipasarkan Akhir Desember atau Awal 2021

BRUSSEL - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin Covid-19 akan mulai masuk ke pasar pada akhir Desember 2020 atau awal 2021, untuk kemudian diserahkan ke regulator guna mendapatkan persetujuan.

Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Soumya Swaminathan mengatakan, bahwa kemajuan dalam uji klinis yang terjadi di seluruh dunia sangat menggembirakan.

"Seperti yang Anda ketahui, saat ini kami memiliki sekitar 40 kandidat vaksin dalam beberapa tahap uji klinis, dan 10 di antaranya sedang dalam uji coba Tahap 3, yang merupakan uji klinis tahap akhir, yang akan memberi tahu kami tentang kemanjuran dan keamanannya," kata Swaminathan dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (13/10)

Kepala akses obat-obatan dan produk kesehatan WHO, Dr Mariangela Simao menambahkan, bahwa vaksin yang dikembangkan harus memiliki izin di negara tempat uji coba dilakukan.

"Dan kami juga memiliki kapasitas produksi yang akan dibutuhkan untuk digunakan di tingkat negara. Begitu banyak, banyak langkah yang harus diambil setelah uji coba Tahap 3 benar-benar berakhir," kata Simao.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Ghebreyesus berbicara menentang konsep mencapai apa yang disebut kekebalan kawanan dengan membiarkan virus menyebar.

Menurutnya, kekebalan kawanan merupakan konsep yang digunakan untuk vaksinasi di mana suatu populasi dapat dilindungi dari virus tertentu jika ambang imunisasi tercapai.

"Dalam sejarah kesehatan masyarakat, kekebalan kawanan tidak pernah digunakan sebagai strategi untuk menanggapi wabah, apalagi pandemi," kata Tedros.

Tedros menyebutkan, sisa 5 persen akan dilindungi dengan fakta, bahwa campak tidak akan menyebar di antara mereka yang divaksinasi dan ini bermasalah secara ilmiah dan etika karena kita tidak cukup tahu tentang kekebalan terhadap Covid-19.

"Kebanyakan orang yang terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19 mengembangkan tanggapan kekebalan dalam beberapa minggu pertama, tetapi kami tidak tahu seberapa kuat atau tahan lama tanggapan kekebalan itu, atau bagaimana perbedaannya untuk orang yang berbeda. Kami punya beberapa petunjuk, tapi kami tidak memiliki gambaran lengkap," pungkasnya. (der/zul/fin)

Baca Juga:

  • NU Bukan Padanan Gus Nur, Andi Arief: Jika Maafkan, Nahdlatul Ulama Akan Catatkan Sejarah.
  • Sindir Kebakaran Kejagung, Tengku Zulkarnain: yang Ngerokok Dipecat Aja, Takutnya Istana Negara Ikutan Terbakar.

Berita Terkait

Berita Terbaru