Vaksinasi Anak Dimulai, Bupati Tegal Umi Azizah Targetkan 10 Hari Selesai

DUKUHWARU - Vaksinasi pada anak usia 6 sampai 11 tahun di Kabupaten Tegal telah dimulai. Hal ini ditandai dengan pencanangan vaksinasi anak di SDN Kabunan 01 oleh Bupati Tegal Umi Azizah pada Kamis (20/1) pagi.

Umi menargetkan proses vaksinasi dosis pertama pada anak di tahap pertama ini akan selesai dalam 10 hari ke depan.

“Tahap pertama ini kita targetkan untuk 112 ribu anak dengan usia enam sampai sebelas tahun. Jumlah tersebut sesuai dengan alokasi dosis vaksin Covid-19 Sinovac yang kita terima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kita akan intensifkan pelaksanaannya supaya dalam 10 hari ke depan rampung,” tegasnya.

Umi menyebutkan bahwa capaian vaksinasi dosis satu di Kabupaten Tegal telah menyentuh angka 69,53 persen, artinya kurang 0,47 persen lagi untuk mencapai target 70 persen. Sehingga, pihaknya menitip pesan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal untuk segera mengejar kekurangan yang ada.

“Kita harus terus bergerak lebih cepat untuk mencapai target. Sistem jemput bola harus kembali digalakkan agar cakupan vaksinasi 70 persen ini bisa tercapai minggu ini. Syukur-syukur bisa lebih,” kata Umi.

Melalui vaksinasi anak ini, orang nomor satu di Kabupaten Tegal tersebut berharap anak-anak di Kabupaten Tegal lebih sehat dan pembelajaran tatap muka penuh segera bisa dilaksanakan tanpa pola shifting. Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu bentuk pencegahan penularan Covid-19, sekaligus upaya untuk senantiasa hidup sehat.

“Saya berpesan kepada anak-anak untuk senantiasa mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, di manapun dan kapan pun. Tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi bepergian dan menghindari kerumunan,” pesannya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni menuturkan bahwa pihaknya menargetkan jumlah vaksinasi anak di Kabupaten Tegal sebanyak 156.130 anak. Akan tetapi, proses pelaksanaan vaksinasi anak ini akan dilakukan secara bertahap.

“Tahap pertama kita akan selesaikan untuk 112 ribu anak dulu. Di hari pertama pencanangan ini akan kita mulai di seluruh SD maupun madrasah ibtidaiyah di Kecamatan Dukuhwaru,” ujarnya.

Ruszaeni berharap kepada orang tua atau wali murid dapat mengizinkan anaknya untuk divaksin. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya sakit berat atau bahkan kematian pada anak jika terinfeksi Covid-19, di samping mencegah penularan pada anggota keluarga atau saudara yang belum divaksin.

Lebih lanjut Ruszaeni menjelaskan, program vaksinasi pada anak ini juga bertujuan mendukung proses pembelajaran tatap muka yang aman dengan meminimalkan potensi kasus penularan di lingkungan sekolah karena herd immunity yang berhasil terbentuk. (*/ima)

Baca Juga:

  • Menikah dengan Sahabat Ibunya, Juwita Bahar Buka-bukaan Urusan Ranjang.
  • Pemerintah Sediakan Lagi Minyak Goreng Seliter Rp14 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya.

Berita Terkait

Berita Terbaru