Vaksinasi Lanjut Usia di Kabupaten Tegal Terkendala, Begini Kata Bupati Tegal Umi Azizah

SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah mengakui ada sejumlah kendala pada pelaksanaan vaksinasi lanjut usia. Di antaranya adalah kendala akses, di mana seringkali ditemukan kasus tidak ada yang mengantar lansia ke lokasi vaksinasi terdekat.

Umi Azizah, Kamis (18/11) mengatakan, penyebab lainnya adalah rasa malas, menganggap dirinya sudah lanjut usia dan tidak akan pergi kemana-mana.

Untuk mengatasi kendala itu, harus jemput bola. Membuat tim mobile vaksinator yang akan mendatangi rumah lansia, satu persatu, door to door.

"Ada beberapa kendala yang dihadapi bila melaksanakan vaksinasi terhadap lanjut usia," katanya.

Hingga saat ini, tambah Umi, capaian vaksinasi untuk lansia baru mencapai 36 persen dari target 40 persen. Untuk itu, akan bekerja lebih keras lagi guna menggenjot target vaksinasi lansia.

Karena untuk mencapai PPKM level 2 harus menggenjot capaian vaksinasi kelompok lansia yang kekurangannya hanya empat persen. Pihaknya optimistis dalam sepekan ini bisa terkejar.

"Soal ketersediaan stok vaksin, sejauh ini masih mencukupi. Adapun jenis vaksin yang tersedia didominasi vaksin Sinovac dan Pfizer," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji mengaku, saat ini vaksinasi untuk anak di bawah usia 12 tahun, baru tahap pendataan. Sebab, vaksinnya belum tersedia dan kemungkinan baru di tahun 2022.

Dengan demikian, pihaknya saat ini sampai dengan Desember 2021 nanti akan fokus mengejar target minimal 70 persen penduduk Kabupaten Tegal tervaksin dosis satu, termasuk lansia. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Novia Widyasari yang Diduga Bunuh Diri Sudah 2 Kali Dihamili Polisi Pacarnya dan 2 Kali Diaborsi.
  • Prihatin Wali Kota Portal Alun-alun, Warga: Kita Ingin Tak Ada Egoisme dan Arogansi Kekuasaan.

Berita Terkait

Berita Terbaru