Varian Delta Mengganas, Belajar dari Israel Perlu Vaksin Efikasi Tinggi dan Masker

JAKARTA - Virus Covid-19 varian Delta saat ini sudah menyebar luas di Indonesia. Diperlukan vaksin dengan efikasi tinggi untuk mengatasi serangan varian asal India tersebut.

“Efikasi vaksin rata-rata berkurang karena adanya varian Delta. Ke depan diupayakan untuk mendapatkan vaksin yang mempunyai efikasi tinggi,” ujar Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Subandi di Jakarta, Kamis (2/9).

Dia menyebut vaksin dengan efikasi tinggi diantaranya adalah Moderna, Pfizer, Janssen, dan Astrazeneca. Meski begitu, vaksin lain yang telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia bukan berarti tidak bermanfaat. Selama ini, vaksin tersebut terbukti efektif mengurangi severity atau hospitalisasi.

“Kita berusaha menggunakan vaksin yang ada dulu. Karena vaksin yang tersedia ini mengurangi tingkat keparahan penyakit dan keparahan di rumah sakit,” papar Subandi.

Karena itu, riset vaksin untuk mengantisipasi mutasi virus dan ketersediaan vaksin dalam negeri harus terus dilakukan. Ini dinilai penting untuk mengontrol penyediaan vaksin serta transisi pandemi menjadi endemi.

“3M dan 2M itu harus dilaksanakan. Karena kasus di Israel sudah melakukan vaksinasi yang massif. Tapi mereka juga menghadapi gelombang ketiga. Masker dengan efikasi yang tinggi menjadi penting,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Menteri PPN/Bappenas Suharso. Menurutnya, penanganan pandemi tidak hanya dengan prokes, social distancing dan masker. Namun, harus diiringi program vaksinasi massal.

Social distancing dan masker tidak menimbulkan kekebalan. Tetapi hanya membantu mencegah infeksi. Sehingga vaksinasi adalah hal utama mengatasi pandemi COVID-19. “Dalam kondisi apapun, vaksinasi itu utama dan lebih permanen,” pungkas Suharso. (rh/zul/fin)

Baca Juga:

  • Setelah Mati Tertembak, Empat Tubuh Pencuri Digantung di Alun-alun oleh Taliban.
  • TNI Dituding Disusupi Komunis oleh Gatot Nurmantyo, Panglima TNI: Saya Tidak Mau Berpolemik.

Berita Terkait

Berita Terbaru