Pemkab Tegal
Share this on:

Uji Nyali Bukit Rangkok di Desa Wisata Pagerwangi

Ingin menghabiskan akhir pekan dengan wisata unik yang tak biasa?

Ingin menghabiskan akhir pekan dengan wisata unik yang tak biasa? Kamu kayaknya perlu berkunjung ke Obyek Wisata Via Ferrata Bukit Gua Rangkok, Desa Pagerwangi, Kecamatan Balapulang.

Wisata desa yang akan diresmikan bupati, Senin (24/6) nanti bakal bagi magnet tersendiri bagi wisatawan yang senang dengan tantangan.

Kades Pagerwangi, Kecamatan Balapulang Waluyo, Sabtu (22/6) mengatakan, Wisata Via Ferrata Bukit Gua Rangkok menjadi rujukan bagi masyarakat Kabupaten Tegal yang senang dengan tantangan. Karena wisata ini, selain menonjolkan panorama alam yang indah juga tantangan panjat tebing.

"Desa Pagerwangi sekitar 13 kilometer dari Kota Slawi, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Rute perjalanan menuju Desa Pagerwangi cukup mudah, dengan lalu lintas yang relatif lancar, " ungkap dia.

Kecamatan Balapulang memiliki bentang alam yang cukup unik. Topografinya berbukit-bukit dan banyak didominasi oleh bebatuan yang merupakan sisa-sisa aktivitas vulkanik Gunung Slamet.

"Bila ditarik garis lurus, Gunung Slamet hanya berjarak sekitar 19 kilometer dari Desa Pagerwangi yang memiliki suasana alami nan asri ini," katanya.

Di Desa Pagerwangi, terdapat dua buah bukit, tambah Waluyo, menjadi penanda unik bentang alam desa, sehingga dari kejauhan pun orang bisa dengan mudah mengetahui letak desa dengan penduduk 1541 jiwa ini.

Bukit Penawungan dan Bukit Gua Rangkok, demikian nama kedua buah bukit yang namanya sudah tertulis di peta kuno Belanda buatan tahun 1941. Puncak tertinggi bukit Penawungan memiliki ketinggian 425 meter di atas permukaan laut. Bukit yang lahannya adalah milik warga secara perorangan ini cukup lebat ditumbuhi beraneka pepohonan.

Namun sayangnya sebagian dari bukit ini sekarang mulai rusak akibat eksploitasi penambangan galian C, karena di bawah permukaan tanahnya terdapat lapisan tebal bebatuan yang umum digunakan sebagai material dalam pekerjaan-pekerjaan konstruksi.

"Untuk bukit Goa Rangkok, posisinya berada tepat di depan Bukit Penawungan. Puncak tertinggi di bukit ini memiliki ketinggian 373 meter di atas permukaan laut. Dari kaki bukit yang permukaannya berupa tanah dengan banyak pepohonan, sampai ke puncak bukit yang berupa bebatuan, kira-kira memiliki elevasi ketinggian hampir 100 meter. Bukit Goa Rangkok memiliki beberapa tebing tegak lurus, dan lima puncak bebatuan dengan aneka bentuk formasi yang unik, yaitu puncak Wadas Lawang 1 dan 2, Watu Tumpang, Watu Kukusan, dan Pengancikan," tambahnya.

Dari puncak bukit Gua Rangkok, lanjut Waluyo, pengunjung bisa melihat pemandangan indah Desa Pagerwangi dan desa-desa di sekitarnya. Terutama di sore hari saat menjelang matahari terbenam. Di situlah pengunjung bisa menikmati sajian premium panorama alam yang sangat cantik, perpaduan antara hijaunya persawahan dan perbukitan, yang berbaur dengan warna senja kemerahan.

Jenis batuan yang membentuk tebing dan puncak bukit Goa Rangkok adalah batuan breksi. Kata breksi berasal dari bahasa Italia, yang berarti 'lepasan kerikilan' atau 'batuan yang dibuat oleh kerikilan yang tersemen'. Batuan breksi berasal dari magma, fragmen (butiran) breksi memiliki ukuran yang relatif besar, minimal lebih dari 2 mm, dan mempunyai banyak sudut, di mana ruang antara butiran fragmennya diisi oleh partikel-partikel yang lebih kecil (biasa disebut matriks) atau semen berupa mineral yang mengikat batuan secara bersama-sama.

Via ferrata adalah teknik panjat dengan mendaki tangga besi yang 'ditanam' di dinding tebing. Besi yang ditanam di sepanjang dinding tebing batu masing-masing berjarak 50 cm dengan kedalaman 20 cm. Alat pengaman sampai perekat tangga besi semuanya berstandar.

Satu batang anak tangga besi mampu menopang beban 22 kilogram Newton atau setara dengan 500 kilogram.

Pemanjatnya menggunakan peralatan standar safety berupa harness, tali panjat, lanyard, karabiner (pengait), dan helm. Tiap orang punya dua pengaman. Satu dipasangkan di kabel baja yang membentang di kiri atau kanan tangga. Pengaman lainnya dipasangkan di tangga via ferrata.

Tercatat dalam sejarahnya, generasi pertama via ferrata lahir di Austria pada tahun 1843, oleh Hocher Saschein. Pada tahun 1869 dibuat via ferrata yang menghubungkan dua puncak gunung Grosaclockner, gunung dengan puncak tertinggi di Austria. (guh/ima)


Video Sejenis

Ribuan Warga Menyemut di Khaul Mbah Semedo

Ribuan Warga Menyemut di Khaul Mbah Semedo

Merupakan Rutinitas Setahun Sekali, masyarakat Desa Semedo Mengadakan Khaul di Makam Mbah Semedo yang terletak diatas bukit.


Bupati Tegal Tinjau Longsor di Tebing Kaligung Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu

Bupati Tegal Tinjau Longsor di Tebing Kaligung Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu

Bupati Tegal, Umi Azizah akan segera merelokasi lima rumah warga korban longsor di Dukuh Blimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu.


Wisata Pasar Sawah, Tawarkan Keasrian dan Keramahan Alam Pedesaan

Wisata Pasar Sawah, Tawarkan Keasrian dan Keramahan Alam Pedesaan

Satu lagi inovasi destinasi wisata anternatif hadir di Kabupaten Tegal, tepatnya di Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!