Videonya Viral, Polisi yang Diduga Ancam Habib Rizieq dan FPI Akan Diperiksa Kejiwaannya

PEKALONGAN - Oknum polisi Aiptu HS yang diduga sebagai pelaku dalam video ancaman kepada Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI) yang viral di media sosial (medsos), akan diperiksa kejiawaannya. Hal itu dikonfirmasi langsung Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Moch Irwan Susanto, Kamis (3/12) kemarin.

“Tahap di awal, kami melakukan upaya-upaya. Di antaranya mendatangkan dokter, ahli kejiawaan, dan psikologi,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Moch Irwan Susanto pada acara konferensi pers di Mapolres Pekalongan, Kamis (3/12)

Irwan mengatakan oknum polisi Aiptu HS yang berada di dalam video itu bertugas di Kesatuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti). Oknum polisi tersebut, kata dia, juga disebut sedang dalam masa evaluasi dan investigasi, karena tidak berangkat bertugas selama beberapa hari.

Irwan mengatakan pada awalnya polres telah melakukan identifikasi apakah seseorang yang berada di dalam video itu adalah anggota kepolisian, kemudian menginventarisasi masalah, melaporkan masalah itu pada Polda Jateng.

“Saat ini kegiatan pemeriksaan awal berada di Polresta Pekalongan, kemudian dilimpahkan di Propam Polda Jateng. Saat ini proses yang diketahui adalah pendalaman seperti apa perkaranya sehingga nanti kita ikuti proses perkembangannya dari Propam Polda Jateng,” katanya.

Menurut dia, sekitar tiga hari sebelum kasus tersebut viral di medis sosial (medsos), oknum polisi tersebut tidak masuk kerja sehingga polres melakukan investigasi.

“Memang betul teman kita (Aiptu HS) sedang dalam pengawasan. Pada evaluasi itu, kita menerjunkan propam dalam rangka investigasi, kenapa yang bersangkutan tidak masuk kerja. Yang bersangkutan memang tidak ingin bekerja di Satuan Perawatanan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti), sehingga timbul kekecewaan,” katanya. (ant/zul)

Baca Juga:

  • Keren... Lokomotif Tua Buatan Jerman Sudah Diparkir di Taman Pancasila, Bakal Ada Lampu dan Suaranya.
  • TNI Dituding Disusupi Komunis oleh Gatot Nurmantyo, Panglima TNI: Saya Tidak Mau Berpolemik.

Berita Terbaru