Viral! Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia usai Dibawa Motoran Tegal-Surabaya Demi Nonton Bola

TEGAL - Kisah memilukan terjadi di tengah
laga Persebaya Surabaya Vs Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo, pada Senin (1/8) lalu. Seorang bayi berusia 6 bulan meninggal dunia usai diajak orangtuanya menonton laga tersebut.

Kisahnya viral di Twitter usai sang ayah melalui akun @jungkangFamily mengakui kesalahannya karena mengajak anaknya yang masih bayi berusia 6 bulan melakukan perjalanan dari Tegal menuju Surabaya untuk menonton laga Persebaya.

“Akhirnya saya belajar apa makna "Persebaya Sak Tekone Izrail" berkat ketololan yg terbungkus ego dan kesombongan saya," tulis akun @jungkangFamily.

"Yg nekat mengajak anak sy yg berusia 6bln untuk away dari Tegal ke Surabaya demi melihat Persebaya bertanding home perdana. Semoga cukup sy saja yg tolol," tambahnya.

Ucapan belasungkawa pun memenuhi komentar postingan @jungkangFamily.

Bayi 6 bulan-nya menghembuskan napas terakhirnya setelah diajak motoran dari Tegal ke Surabaya untuk menonton pertandingan Persebaya.

Pemilik akun yang merupakan ayah dari bayi itu mengurai cerita pilu terkait kepergian buah hatinya.

Dalam foto itu tampak sang buah hati yang sudah tak bernyawa dan terbalut kain kafan.

Akun itu menuliskan jika dirinya nekat mengajak sang anak away dari Tegal ke Surabaya demi melihat Persebaya.

Awalnya, pemilik akun bernama Al Fajri itu berangkat dari Tegal pada hari Sabtu sekitar pukul 17.38 WIB dengan mengendarai motor.

Ia sampai di Surabaya sekitar pukul 07.15 WIB pada keesokan harinya.

Saat sampai di Surabaya, sang anak sudah batuk dan nafasnya sesak.

"Awal kami sekeluarga motoran dgn penuh antusias menyambut laga home perdana, budhal dari Tegal jam 17.38wib hari sabtu, smpe di surabaya jam 07.15wib hari minggu. anak sy batuk2 semacam ada dahak, nafas agak sesak. kemudian dibawa ke RS Ewa Pangalila daerah Gn Sari."

Bayi itu lalu dibawa ke RS Ewa Pangalila. Namun karena peralatan yang tidak memadai, akhirnya dirujuk ke RSAL.

Akan tetapi ambulans untuk membawa pasien susah keluar sehingga mereka membawa sang bayi dengan motor.

Usaha mereka tidak berjalan mulus karena terhenti lampu merah di depan DTC Wonokromo dan perlintasan kereta api.

"Namun tidak mendapatkan pertolongan maksimal, karena peralatan yg tidak memadai. dan dirujuk ke RSAL disini awal malapetaka, karena ternyata mengeluarkan ambulance itu susah meski judulnya kami pasien rujukan. akhirnya kami bawa sendiri dgn motor."

Meski sempat ditolong oleh dokter di RSAL, namun akhirnya bayi mungil itu harus meninggal dunia.

"Kena lampu merah di depan DTC wonokromo dan kepalang sepur lewat di wonokromo juga. hingga akhirnya sudah terlalu lemah dan tak tertolong, meski dokter di RSAL sudah berusaha maksimal."

Unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari para netizen.

Meskipun banyak netizen yang kesal, namun mereka tetap memberikan dukungan serta ucapan bela sungkawa.

"Maaf saya pengen misui njenengan pak, sumpah tol*l bgt innalillahi ya Allaaaah," tulis @Loveasphodel.

"Innalilahi wa innailaihi rojiuun, sudah jadi takdirnya si bayi dan jadi pelajaran buat kita, semoga mas dan keluarga ikhlas melepaskan...yang sabar ya mas dan keluarga...," tambah akun @oldman5252.

"Tapi tolol pake bgt, anak umur 6 bulan diajak motoran malem jarak jauh buseetttt, Ya Allah, husnul khotimah buat adek bayinya," umpat akun @DinnoManuhutu.

"mas, saya mewakili keluarga besar RSPAL turut berduka cita atas anak anda innalillahi," imbuh @grldway.

Pemilik akun juga mengungkapkan penyesalannya dan berharap hal seperti ini hanya terjadi pada dirinya.

Ia juga berpesan agar orang lain tidak mengikuti jejaknya.

"Nggih Om, saya yg terlalu egois. semoga dulur2 yg lain tidak mengikuti jejak saya," tulisnya di Twitter seperti dikutip dari Tribun.com. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terbaru