Viral Kader Parpol Lengkap dengan Atribut di Sekolah, Komisi I Tegur Keras Disdik

KOTA TEGAL - Sejumlah foto kader lengkap dengan atribut salah satu partai politik di SD Debong Tengah beredar di media sosial belakangan ini.

Karenanya, Komisi I DPRD Kota Tegal langsung memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi, Selasa (17/5) siang.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Edy Suripno usai rapat mengatakan, terkait dengan beredarnya foto salah satu partai politik yang menggelar kegiatan di SD Debong Tengah pada 21 April 2022 telah diklarifikasi.

Hasilnya, pihak sekolah tidak mengetahui awalnya mengunakan baju biasa dan berganti atribut.

"Kita memanggil Dinas Pendidikan dan sekolah dan kita menegur keras. Dari hasil klarifikasi memang pihak sekolah tidak mengetahui adanya kegiatan itu," katanya.

Menurut Edy Suripno, pihaknya hanya ingin mengembalikan lembaga pendidikan yang punya kepentingan bersama. Sehingga jangan sampai ada yang menabrak dan seolah-olah melakukan politisasi pendidikan.

"Lembaga pendidikan itu ada kepentingan bersama, sehingga jangan sampai ada yang menabrak dan seolah-olah mempolitisasi pendidikan," tandasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Uyip itu, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan itu. Jika memang ada pelanggaran atau ada pihak sekolah yang mendukung salah satu partai politik tertentu dipastikan akan diteruskan ke Inspektorat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Ismail Fahmi mengatakan, setelah menerima laporan adanya kejadian itu, pihaknya langsung memanggil kepala dan penjaga SD yang bersangkutan.

Hasilnya, pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

"Jadi awalnya, ada sejumlah orang yang meminta izin parkir di halaman sekolah kepada penjaga tanpa mengenakan atribut partai," ujar Fahmi.

Saat itu, kata Fahmi, mereka meminta izin parkir karena akan membagikan takjil. Kegiatannya sendiri dilakukan di luar lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Penjaga Sekolah Darsono. Menurutnya, setelah dipersilakan parkir, jumlah massa semakin banyak dan akhirnya mereka mengenakan atribut lalu berfoto dan membagikan takjil di luar sekolah.

"Awalnya hanya beberapa orang tanpa mengenakan atribut partai. Namun, lama-lama yang datang semakin banyak. Saya juga sudah mengingatkan mereka. Saya tidak mengetahui kalau mereka mengenakan atribut partai dan berfoto di dalam sekolah sebelum melakukan kegiatan," pungkasnya. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terbaru