Viral Nenek di Tegal yang Dikeroyok Tetangganya Berakhir Damai, Keluarga Saling Memaafkan

LEBAKSIU - Viralnya video seorang nenek yang dikeroyok kakek dan seorang perempuan, ternyata terjadi di Desa Tegalandong RT 03 RW 08 Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal.

Kejadian itu pun langsung ditindaklanjuti aparat terkait. Kedua belah pihak dimediasi anggota Polres Tegal, Polsek Lebaksiu, dan Pemdes Tegalandong. Hasilnya, keduanya sepakat berdamai dan saling memaafkan.

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at melalui Kasi Humas Polres Tegal,
AKP Supratman mengatakan hasil penyelidikan Satreskrim dan Polsek Lebaksiu didapatkan keterangan, Senin (17/1) lalu, terjadi cekcok mulut antara Tarmunah dengan Suratmo bersama anaknya, Nurhayati.

Pada saat kejadian, Suratmo memegang sapu lidi dan mengacung-acungkannya ke arah Tarmunah. Sedangkamn Nurhayati sempat menutup mulut Tarmunah dengan tujuan agar tidak ribut.

"Dugaan pemicu masalah adalah sepele, masalah jemuran," katanya.

Dari hasil pengecekan di TKP, tambah AKP Supratman, tidak ditemukan adanya luka ataupun rasa sakit yang dialami Tarmunah. Antara Tarmunah dengan Suratmo serta Nurhayati pun masih ada hubungan kekeluargaan.

Pada hari yang sama, perangkat desa, mulai dari ketua RT sampai kepala desa didamping Bhabinkamtibmas Polsek Lebaksiu, Aipda Sudianto pul bergerak cepat menyelesaikan permasalahannya secara kekeluargaan.

"Perdamaian ini atas keinginan dari kedua belah pihak, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Dan kedua belah pihak menyatakan tidak akan saling menuntut dan telah dibuatkan surat pernyataan," tambahnya.

Terkait soal pengunggahan video yang kemudian viral itu, lanjut AKP Supratman, dilakukan cucu Tarmunah yang berdomisili di Jakarta. Hasil kesepakatannya, ungkap Kasi Humas, keluarga Tarmunah akan menghubungi cucunya, Naldi, agar menghapus postingan tersebut.

Selain itu, Naldi juga akan diminta membuat klarifikasi di media sosial (medsos) bahwa permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kasi Humas menegaskan pelayanan laporan, pengaduan, atau pun kehilangan di polisi tidak dipungut biaya.

Kepala Desa (Kades) Tegalandong, Abdul Haris membenarkan masalah antara nenk dan kakek yang viral itu sudah diselesaikan. Dikatakannya, peristiwa itu terjadi, Senin (17/1), pukul 06.00 WIB dan didamaikan pukul 09.00 WIB.

"Cuma karena videonya sudah diupload di grup keluarga jadi viral. Cucunya belum tahu kalau persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan," jelas Kades.

Kades menghimbau kejadian ini sebagai pelajaran buat warga. Utamanya yang bermain medsos agar berhati-hati dan tidak sembarangan mengupload sesuatu.

"Segala sesuatunya harus dipikir dulu," pungkasnya. (guh/zul)

Baca Juga:

  • Menikah dengan Sahabat Ibunya, Juwita Bahar Buka-bukaan Urusan Ranjang.
  • Pemerintah Sediakan Lagi Minyak Goreng Seliter Rp14 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya.

Berita Terkait

Berita Terbaru