Viral! Puteri Gus Dur Alissa Wahid Disebut Iblis dan Dapat Duit Miliaran dari PBNU

JAKARTA - Seorang netizen di media sosial Twitter sudah membuat murka putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid. Pasalnya, dia mencaci maki Alissa dengan kata-kata yang tidak pantas.

"Iblis wanita satu ini ngurusin negara orang aja, padahal negara sendiri lebih hancur dari afganistan, dasar lonte," tulis sebuah akun yang tersebar melalui tangkapan layar.

Netizen dengan nama akun @4_mriza, itu menyebut Alissa Wahid sebagai iblis.

Bukan itu saja, akun @4_mrizal ini juga menuduh Alissa Wahid mendapat uang miliar dari PBNU dengan 'jualan' isu intoleransi.

"Enak aja gw keluar dari rahim busuk si Alissa Wahid, minta jatah gih, sudah dapat berapa miliar si Alissa ini dapat duit semenjak di PBNU, jualan toleransi ke sana kesini," kata akun tersebut.

Usai cuitan tersebut viral, akun @4_mrizal kini tak bisa diakses. Meski begitu, cuitan caci maki itu kini tersebar melalui tangkapan layar.

Alissa Wahid akui bingung. Sebab akun tersebut diduga merupakan pejuang khilafah.

"Saya suka bingung dengan orang yang mengaku sedang berjuang untuk khilafah atas nama Tuhan tapi pikiran dan adabnya seperti ini," tulis Alissa Wahid di Twitter-nya @AlissaWahid, Sabtu (7/5).

"Sebetulnya, apa yang mereka harapkan dengan serangan begini ya twips?" sambung dia.

Alissa Wahid mengaku saat ini sedang mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi atas kicauan akun tersebut. Terlebih lagi soal tuduhan mendapat uang miliaran di PBNU.

"Mentemen, buat saya yg menarik itu fenomena-nya yaaa, bukan si orang ybs atau bagaimana menghadapinya," kata Alissa.

"Jadi pengen iseng. Dilaporin aja po ya, soal "alissa wahid menerima berapa milyar sejak di PBNU". Biar bisa lihat apa bener bisa segalak omongannya. Tapi iseng doang sih itu," tutur Alissa lagi dikutip dari Fin.co.id. (ima)

Baca Juga:

  • Dilengserkan dari Presiden ACT, Ahyudin Diduga Dirikan Lembaga Donasi Baru GMC.
  • Jadi Polemik, Ustaz Ahong Bilang ACT Sudah Lama Terindikasi Danai Aksi Terorisme di Suriah.

Berita Terkait

Berita Terbaru