Viral Ustaz Adi Hidayat soal Pattimura, Akhmad Sahal: Konyol dan Malu-maluin

JAKARTA - Pernyataan Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang menyebut nama asli pahlawan nasional Pattimura adalah Ahmad Lusi, bukan Thomas Matulessy mendapat tanggapan dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Akhmad Sahal.

“Setelah Napoleon, Gajah Mada, Candi Borobudur kini Pattimura pun diklaim beragama Islam,” cuit Sahal lewat akun Twitter pribadinya, dikutip pada Selasa (5/7).

“Othak athik gathuk kayak gini justru bikin citra Islam jadi konyol dan malu2in,” lanjutnya.

UAH juga mengatakan, Pattimura merupakan seorang kiyai dan pimpinan pesantren.

Akhmad Sahal pun menyoroti pendapat UAH tersebut. Menurutnya penceramah yang memiliki banyak jemaah tersebut justru merusak citra Islam itu sendiri, bahkan terkesan bikin malu.

Sahal lantas memberi pencerahan terhadap umat Islam bahwa obat dari kebodohan adalah ilmu, bukan iman.

Artinya beriman tanpa ilmu tetap saja bodoh.

“Obat dari kebodohan itu ilmu. Bukan iman. Beriman tanpa ilmu ya tetap aja goblok!” tegas dia.

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter potongan video ceramah Ustaz Adi Hidayat yang membahas prihal sosok sebenarnya Pattimura di mana fotonya terpampang dalam uang pecahan Rp1.000.

UAH menegaskan telah melakukan kajian sejarah mengenai siapa sosok Thomas Matulessy atau Pattimur. Nama sebenarnya pahlawan Pattimura ialah Ahmad Lussy.

“Ternyata nama Kapiten Pattimura itu bukan Thomas tapi Ahmad. Ahmad Lussy,” ujar UAH dalam video yang diunggah oleh akun @Avendi_Prasetyo.

Lebih lanjut jelas UAH bahwa Ahmad Lusi itu adalah seorang pejuang Islam di masa lampau yang merupakan seorang kiyai dan pemimpin pesantren.

“Beliau itu adalah seorang pejuang, beliau itu adalah seorang kiyai, beliau itu adalah seorang pemimpin pesantren, beliau arahkan anak-anak santrinya untuk berjuang menegakkan kebenaran di bumi pertiwi ini, makanya Ahmad, Ahmad Lusi tiba-tiba berubah jadi Thomas”, ujarnya.

Ia kemudian menyebut ada pihak-pihak yang mencoba membelokan sejarah dengan mengubah nama Pattimura menjadi Thomas agar orang tidak ingat bahwa pejuang ini dekat dengan Allah.

“Orang ini berasal dari pesantren makanya kemudian dibuang nama-nama itu persis seperti orang barat dulu pernah melakukannya, Ibnu Sina diganti jadi Avicenna, Ibnu Rusyd diganti jadi Averroes dan lain sebagainya,” ungkapnya dikutip dari Fajar.co.id. (ima/rtc)

Baca Juga:

  • Semua Polisi yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J Bisa Dipidana, Kompolnas: Mohon Sabar.
  • Sadis! Senjata Brigadir J Disebut Dipakai Pelaku Lain untuk Buat Alibi Baku Tembak.

Berita Terkait

Berita Terbaru