Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin Tuntut Panglima TNI dan KSAD Tayangkan Film G30S PKI di Semua TV

JAKARTA - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, dan bangsa yang mencintai tanah airnya adalah bangsa yang selalu waspada dan mengingat para pengkhianat.

Hal itu senada dengan yang diucapkan Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin dalam keterangannya, Senin (28/9).

Mewakili Aliansi Nasional Anti Komunis atau Anak NKRI yang diisi sejumlah ormas seperti FPI, PA 212 dan GNPF Ulama, Novel menuntut panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) agar mengupayakan penayangan film G30S PKI di seluruh stasiun televisi.

Anak NKRI menegaskan, penayangan film G30S PKI itu agar masyarakat tidak melupakan sejarah kekejaman dan pengkhianatan yang dilakukan PKI pada 1965.

Pihaknya menuntut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAD Jendral TNI Andika Perkasa mendorong semua stasiun televisi menayangkan kembali film garapan sutradara Arifin C Noer itu.

“Kepada Panglima TNI dan KSAD untuk mengupayakan pemutaran film G30S/PKI di seluruh televisi nasional baik televisi pemerintah ataupun televisi swasta pada tanggal 30 September 2020,” tuntutnya dikutip dari Pojoksatu.

Novel juga menyatakan, pihaknya mendesak TNI tak tinggal diam dengan kelompok yang berusaha mengganti Pancasila dengan Trisila atau Ekasila.

Karena itu, semua masyarakat bersama seluruh keluarganya harus menonton kembali film dimaksud.

“Untuk seluruh rakyat Indonesia, jangan lewatkan bersama keluarga untuk menonton kembali film G30S PKI. Baik melalui televisi ataupun handphone masing-masing pada 30 September 2020,” pintanya.

Selain itu, Anak NKRI juga meminta seluruh rakyat Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang pada 30 September.

Dilanjutkan dengan mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh pada 1 Oktober.

“Semua harus siap siaga terhadap gerakan kebangkitan neo PKI yang ingin mengganti Pancasila,” tandas Novel.

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq melalui jurubicaranya, Abdul Chair, juga melontarkan seruan yang sama.

Direktur Habib Rizieq Shihab Center itu menyatakan, semua masyarakat harus mengingat bagaimana kekejaman PKI terhadap masyarakat Indonesia.

“HRS Center memandang peringatan penghianatan G30S PKI penting untuk dilakukan,” kata dia, Minggu (27/9).

Oleh karena itu, lanjut Abdul, pihaknya mengingatkan agar jangan sampai ada suatu kelompok yang melarang masyarakat untuk menonton film tersebut.

“Penayangan film Penghianatan G30S/PKI menjadi kebutuhan. Generasi penerus harus mengetahui bagaimana kekejaman PKI,” jelas dia. (pojoksatu/ima)

Baca Juga:

  • Karikatur Nabi Diributkan, Denny Siregar: Mereka Bahkan Tidak Membaca Kisahnya.
  • Dua Jam Bawa Jazad sang Ibu Pakai Sepeda Motor, Warga Minta Jenazahnya Dimandikan Dulu.

Berita Terkait

Berita Terbaru