Warga Kabupaten Pekalongan 800 Ribu Jiwa, Idealnya Separuhnya Dirapid Test

KAJEN - Guna mengetahui sebaran kasus Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan bakal menggelar rapid test massal gelombang dua.
"Kita akan mengadakan rapid massal kedua untuk identifikasi sebarannya bagaimana. Ini masih kita persiapkan," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, kemarin.

Dikatakannya, dengan jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan sekitar 800 ribu jiwa, maka idealnya ada empat ribu orang yang harus dirapid. "Kita baru separuhnya. Yang sudah dirapid ada 2.470 orang. Minggu ini persiapan rapid massal kedua," kata dia.

Disinggung perkembangan anak yang terpapar virus corona, Wawan menyatakan kondisi anak berusia 7 tahun itu sudah kian membaik. "Hasil swabnya sudah negatif, namun masih kita rawat. Akan diswab satu kali lagi agar lebih yakin. Jika hasilnya tetap negatif baru akan dipulangkan," ujar dia.
Sementara itu, satu pasien positif dari Kecamatan Tirto juga belum dipulangkan. Padahal, untuk yang bersangkutan ini sudah diambil swabnya 12 kali.
"Yang di Tirto sudah 12 kali pengambilan swab, namun belum. Kita tetap rawat dan pantau. Jika sudah sembuh baru dipulangkan.
Karena berisiko jika belum dipastikan sembuh," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Pekalongan melakukan rapid test massal di enam pasar di Kota Santri, Kamis (28/5/2020). Hasilnya, 5 orang dinyatakan reaktif, sehingga kelimanya selanjutnya menjalani tes swab. Dari hasil tes swab itu, kelimanya dinyatakan negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, menyatakan, pada tanggal 28 Mei, Pemkab Pekalongan melakukan rapid test di enam pasar, yakni di Pasar Kajen, Bojong, Sragi, Kesesi, Wiradesa, dan Pasar Kedungwuni. Diterangkan, rapid test dilakukan terhadap 573 orang, dengan hasil tes reaktif 5 orang, nonreaktif 568 orang, dan rusak 1. Sehingga, kata dia, prosentase yang reaktif 0,87%. Dari hasil swab, kelimanya dinyatakan negatif Covid-19.
Rapid test sebelumnya juga sudah dilakukan kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Sekda Mukarromah Syakoer, dan sejumlah kepala OPD, serta anggota DPRD Kabupaten Pekalongan. (had)

Baca Juga:

  • Tak Ada Prediksi Akurat, Pengamat: Zona Hijau Bisa Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Bahkan Hitam.
  • Mantan Pengacara Djoko Tjanda Anita Kolopaking Berakhir di Penjara, Usai Diperiksa 18 Jam.

Berita Terkait

Berita Terbaru