Waspada! Sejumlah Desa di Wilayah Pantura Brebes Rawan Banjir Rob

BREBES - Dinas Perikanan Kabupaten Brebes memprediksi akhir Mei hingga awal Juni mendatang sejumlah desa di wilayah pantai utara (pantura) rawan terjadi banjir.

Sejumlah desa tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Perikanan Moh. Zuhdan Fanani SH melalui Kabid Perikanan dan Tangkap Iskandar Agung mengatakan, rob yang terjadi di Kabupaten Brebes runtutannya sama dengan yang terjadi di wilayah lain.

Untuk titik banjir rob memang di sejumlah desa yang berada di wilayah pantura.

"Yang langganan rutin terjadi banjir rob itu memang seperti Desa Randusanga Wetan, Randusanga Kulon di wilayah Kecamatan Brebes. Desa Karangdempel, Prapag Kidul, Prapag Lor di wilayah Kecamatan Losari. Di desa itu yang sering terjadi banjir rob dan masuk ke pemukiman warga," ujarnya.

"Selain itu ada di wilayah Kecamatan Wanasari yakni Desa Sawojajar. Dan sejumlah tambak di Kecamatan Tanjung dan Bulakamba yang terdampak rob," lanjutnya.

Dijelaskannya, sesuai jaringan komunikasi dengan Stasiun Meteorologi Maritim di Semarang, memang beberapa hari terakhir ini rawan banjir rob di sejumlah wilayah.

Ditambah, setiap tahunnya yakni di Mei dan Juni rawan terjadi rob besar.

"Kalau berkaca setiap tahunnya, memang bulan-bulan ini rawan terjadi rob besar. Cuma ternyata kan kondisi di luar bulan-bulan sekarang sudah terjadi banjir rob. Tapi kalau jadwal rutin tiap tahunnya banjir rob sering terjadi di bulan-bulan ini," jelasnya.

Saat disinggung upaya terkait pencegahan banjir rob, dirinya menjawab sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam antisipasi terjadinya rob.

Namun, kata dia, bencana ini datang dari alam dan sangat luas, jadi penanganannya harus sangat besar dan membutuhkan anggaran yang banyak.

"Dan upaya lainnya yakni kita mendorong untuk membangun tanggul tepi agar dapat meminimalisir banjir rob masuk ke pemukiman warga. Selain itu, meminimalisir kerugian, kami juga mengimbau kepada pemilik tambak yang masuk masa panen bisa segera dipanen, hal ini agar terhindar dari bencana banjir rob," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono mengatakan, sejak Minggu (22/5) sore hingga Senin (23/5) pagi tadi, banjir rob merendam sejumlah pemukiman di wilayahnya.

"Tadi sudah mulai surut sedikit. Tapi ini mulai rob lagi. Kalau semalem cukup besar," pungkasnya. (ded/ima)

Baca Juga:

  • Ada Pergerakan 20 Pasukan di Luar Kendali Dukung Sambo, Ketua IPW: Brimob Sampai Tak Ingin Bentrok.
  • Satgas UU Cipta Kerja Itikad Bagus Pemerintah, Ganjar: Mudah-mudahan Bisa Menyerap Aspirasi Masyarakat.

Berita Terkait

Berita Terbaru