Waspadai Penipuan Penjualan Tabung Oksigen Daring

DEPOK - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Depok, Jawa Barat, Dadang Wihana mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan penjualan tabung oksigen melalui daring atau online.

"Dengan meningkatnya permintaan tabung oksigen di masa pandemi Covid-19, dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan. Untuk itu warga diminta untuk waspada," kata Dadang, Rabu (21/7).

Ia mengatakan penipuan telah dialami warga yang kemudian melakukan transfer sejumlah uang. Orang tersebut mencantumkan lokasi pengambilan di UPTD Puskesmas Sukmajaya.

Dikatakannya penipuan tersebut telah memakan korban. Berdasarkan laporan dari UPTD Puskemas Sukmajaya, sudah dua orang warga yang datang untuk mengambil tabung oksigen.

"Ini adalah penipuan karena puskesmas tidak menjual tabung oksigen. Modus mereka mencantumkan kontak UPTD Puskesmas Sukmajaya," jelasnya.

Menurut dia kejadian ini kini telah dilaporkan kepada pihak berwajib untuk bisa ditindaklanjuti. "Masyarakat harus waspada dan berhati-hati terkait penipuan penjualan tabung oksigen," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, bahwa ketersediaan obat terapi bagi pasien Covid-19 masih terbatas. Sebab, kebutuhan tersebut mencapai 30-50 juta per bulan.

"Keterbatasan obat disebabkan tingkat produksi dari Holding BUMN Farmasi masih pada kisaran 22 juta dosis per bulan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini di kisaran 30-50 juta dosis per bulan," kata Luhut, Rabu (21/7).

Kendati demikian, kata Luhut, pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) per Agustus 2021 akan menambah stok obat-obatan tersebut dengan meningkatkan produksi.

"Dengan demikian, kebutuhan obat terapi Covid-19 yang mencapai 30-50 juta per bulan diharapkan akan terpenuhi pada Agustus mendatang," ujarnya.

Selain itu, Luhut juga meminta penyaluran distribusi obat terapi bagi pasien Covid-19 dan bantuan sosial (bansos) harus diimbangi dengan pengawasan ketat.

"Dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala. Bio Farma hanya mampu memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Tapi mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan," pungkasnya. (riz/der/fin)

Baca Juga:

  • Menjelang Berakhirnya PPKM, Pengamat Sarankan Jokowi Mundur, Saiful Anam: Kasihan Rakyat.
  • Politisi PDI Perjuangan Kritik Keras soal PPKM, Effendi Simbolon: Presiden Tidak Patuh Konstitusi.

Berita Terkait

Berita Terbaru