Wilayahnya Tidak Ada SMA, Calon Siswa dari Tegal Selatan Disediakan Zonasi Khusus

KOTA TEGAL - Salah satu sekolah di Kota Tegal menyediakan zonasi khusus bagi calon siswa yang berasal dari wilayah Kecamatan Tegal Selatan. Pasalnya, hingga saat ini memang wilayah itu belum memiliki SMA/SMK negeri.

Hal itu, diketahui saat Komisi I DPRD Kota Tegal melakukan sidak untuk memantau pelaksanaan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA, Kamis (30/6).

Adapun rombongan terdiri dari Sekretaris Komisi Ely Farisati dan anggota Rahmat Raharjo, Triono dan Sodik Gagang. Saat dikonfirmasi, Rahmat Raharjo mengatakan sidak dilakukan guna memantau jalannya PPDB di tingkat SMA/SMK.

Sebab, meski teknisnya pengawasan berada di Provinsi Jawa Tengah, karena berada di wilayah Kota Tegal maka pihaknya memberikan perhatian terhadap pelaksanaannya.

"Kita juga ingin memantau sejauh mana sekolah mampu mengakomodasi sistem yang ada untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat," katanya.

Salah satunya sistem zonasi yang menjadi kendala bagi masyarakat wilayah Kecamatan Tegal Selatan. Ternyata, di salah satu SMA yang berada di Jalan Sumbodro Kota Tegal menyediakan kuota khusus bagi siswa dari daerah itu.

“Alhamdulillah ada sedikit jalan keluar yakni dengan sistem zonasi khusus. Di SMAN ini menyediakan kuota sebesar 10 persen zonasi khusus, bagi para siswa yang berdomisili di Kecamatan Tegal Selatan,” ujarnya.

Menurut Rahmat, dari data yang diperoleh, kuota 10 persen zonasi khusus telah terpenuhi dengan jumlah 32 siswa. Adapun grade yang digunakan yakni usia yang tertua menempati posisi di atas.

“Selain itu, ada solusi alternatif bagi warga Tegal Selatan. Karena, tetap bisa mendaftar di sekolah negeri lainnya dengan jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua,” pungkasnya.

Kepala SMAN 3 Kota Tegal, Budi Hilali, mengungkapkan sejak 15-28 Juni lalu telah membuka layanan PPDB online dengan memfasilitasi pembuatan akun dan verifikasi. Saat itu, ada sekitar 600 lebih calon peserta didik baru.

"Secara umum pendaftaran peserta didik baru melalui jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi telah terpenuhi. Saat ini masih tersedia pendaftaran untuk jalur perpindahan tugas orang tua atau mutasi," ujar Budi.

Menurut Budi, jika jalur mutasi masih belum memenuhi kuota, maka akan dialihkan untuk tambahan di jalur zonasi. Tahun ini sekolahnya membuka kuota 324 siswa untuk sembilan rombongan belajar atau rombel. (muj/ima)

Baca Juga:

  • Brigadir Joshua 2 Kali Bertengkar dengan Bripka RR di Magelang dan Jakarta, Sebelum Akhirnya Ditembak Mati.
  • Pistol Glock 17 untuk Tembak Mati Brigadir J Bukan Milik Bharada E, Tapi Milik Ajudan Istri Ferdy Sambo.

Berita Terkait

Berita Terbaru