Sport
Share this on:

Telat Panas, Praveen/Debby Kalah Lagi

  • Telat Panas, Praveen/Debby Kalah Lagi
  • Telat Panas, Praveen/Debby Kalah Lagi

JAKARTA - Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari Swiss Open pun kandas. Pada final ganda campuran kemarin (19/3), pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto, yang menempati seeded kedua, harus menyerah dari ganda Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, secara straight games (18-21, 15-21).

Hasil ini sekaligus menjadi momen kelabu bagi Praveen/Debby. Di All England saja, pasangan yang menghuni rangking delapan dunia itu harus terhenti di babak pertama dari pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Nah, kesempatan untuk bisa membawa pulang gelar itu sebenarnya bisa terjadi di final kemarin. Apalagi, Dechapol/Sapsiree berada satu setrip dibawah mereka.

Di game pertama, Praveem/Debby bisa langsung unggul 11-8. Namun, Dechapol/Sapsiree langsung melejit dengan menyamakan skor, sebelum kemudian menutup game pertama dengan 21-18.

Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti mengatakan, sejak awal ganda Thailand itu sudah berada di puncak permainan. Sebab, sehari sebeumnya, mereka berhasil membungkam unggulan pertama dari Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen secara rubber games, 21-19, 13-21, dan 21-19.

Hal ini, lanjut Susy, membuat konfidensi Dechapol/Sapsiree terangkat. ?Imbasnya, permainan mereka begitu rapi,? ujar Susy ketika dhubungi via WhatsApp kemarin.

Sedangkan bagi Praveen/Debby, tekanan begitu terlihat pada permainan mereka. Pasangan yang baru ditandemkan pada 2014 silam tersebut sering membuat kesalahan sendiri.

Selain itu, variasi pukulan silang yang dilakukan oleh Dechapol/Sapsiree membuat Praveen/Debby, yang merupakan pemain bertipikal menyerang, tidak bisa mengembangkan permainan.

?Akurasi pukulan, maupun defence keduanya tidak maksimal,? tutur peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 silam tersebut.

Akibatnya, mereka mulanya unggul di game pertama bisa direduksi, sehingga yang ada, pasangan berbeda usia enam tahun itu harus puas berakhir sebagai runner up.

Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, sejatinya, PBSI berharap ganda campuran bisa membawa pulang trofi dari ajang dengan level Grand Prix Gold tersebut.

Hal ini tentu bakal menjadi evaluasi bagi PBSI, sebelum menatap turnamen lainnya seperti Malaysia Open Super Series Premier. ?Pukulan keduanya sangat bagus. Tetapi, secara pertahannan harus bersih,? tutur Susy. ?Mereka juga harus memiliki mentalitas untuk siap di segala posisi,? lanjutnya kembali. (apu/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Dorna Siapkan Balap Motor Listrik
Dorna Siapkan Balap Motor Listrik

Berita Sejenis

Suzuki Dapat Konsesi Lagi

Suzuki Dapat Konsesi Lagi

Musim MotoGP 2017 berakhir di Valencia tadi malam. Hingga seri terakhir, Suzuki tak sekalipun finis di podium.


The Voice of MotoGP Pensiun

The Voice of MotoGP Pensiun

Bakal ada yang hilang di MotoGP musim depan. Suara khas komentator Nick Harris, yang selalu memandu siaran langsung balapan, tidak akan terdengar lagi.


Kalahkan Petenis Tuan Rumah, Goffin Amankan Satu Tiket

Kalahkan Petenis Tuan Rumah, Goffin Amankan Satu Tiket

Petenis Belgia David Goffin kemarin memang kalah 3-6, 3-6 di babak ketiga Paris Masters atas petenis Prancis Julien Benneteau.


Kekalahan yang tak Bisa Diterima

Kekalahan yang tak Bisa Diterima

Kalah-menang dalam sebuah pertandingan sudah biasa.


Finis Kelima di Meksiko, Cukup bagi Hamilton Juara Dunia Lagi

Finis Kelima di Meksiko, Cukup bagi Hamilton Juara Dunia Lagi

Tinggal selangkah lagi menuju gelar juara Formula 1 2017, justru membuat Lewis Hamilton enggan berharap muluk-muluk.


Dovi Langsung Panas, Marquez Bisa Kunci Gelar

Dovi Langsung Panas, Marquez Bisa Kunci Gelar

Tanda-tanda bahwa bintang Ducati Andrea Dovizioso akan sangat kuat di GP Malaysia sudah terlihat sejak latihan bebas (FP) hari pertama kemarin.


Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi

Dilorot Lagi, Kvyat Minta Klarifikasi

Red Bull menjadi tim paling “sadis” dalam memperlakukan pembalapnya.


Hamilton Bisa Juara Dunia di Meksiko

Hamilton Bisa Juara Dunia di Meksiko

Kalender balap Formula 1 2017 menyisakan tiga seri lagi.


Setelah 25 Tahun, Tunggal Putri Juara Dunia Lagi

Setelah 25 Tahun, Tunggal Putri Juara Dunia Lagi

Dahaga juara Indonesia di ajang BWF World Junior Championships berakhir.


Punya harta Rp1,28 Triliun, CR7 Disalip Beyonce

Punya harta Rp1,28 Triliun, CR7 Disalip Beyonce

Dengan usia yang sudah menapak 32 tahun, bisa dibilang masa kejayaan Cristiano Ronaldo tidak akan lama lagi.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!